Sabtu, 20 September 2014
Senin, 15 September 2014
FF Hurtful // Oneshoot // inspired by shin Jihoon - hurtful
Tittle : Hurtful
Author :
@ahnaraa
Genre : Friendship, sad,
hurt.
Main
Cast : Aleyna Yilmaz and
Daniel Hyunoo Lachapelle
Profile
Main Cast :
·
Name:
Aleyna Yilmaz
Nickname: Ley, Aley, Leyna, Nana, Pure
Girl, Lollipop
Korean Name: Lina Park
DOB: 14 November 2006
Echtinity: Korean - Turkish
Casted: Real Kids Story Rainbow
Work: Model, Actrees, Ulzzang
·
Name: Daniel Hyuno Lachapelle
Nickname: Daniel, Baby Nickhun
DOB: 02 Juli 2006
Echtinity: American – Korean
Casted: Real Kids Story Rainbow
Work: Model, Actrees, Ulzzang
Rating : PG 13+
Length :
Oneshoot
Disclaimer : FF ini terinspirasi dari
lagu dan MV(Music Video) Shin Ji Hoon yang berjudul Hurtful.
‘03032014’
Lina
gadis kecil yang sangat sabar menghadapi cobaan dalam hidupnya. Saat dia
menemukan seorang yang dianggapnya malaikat pada saat itu, Lina merasa ada
kegembiraan dalam hidupnya, meskipun itu hanya sedikit. Namun, malaikat itu pun
juga pergi meninggalkannya. Hanya kesepian yang menemani kehidupannya.
Lina
POV
Aku
bangun di pagi hari, tak ada sarapan istimewa di meja makan. Tentu dengan lauk
pauk sederhana ini Aku makan sambil menonton tv. Dari luar terdengar suara
tangisan Mama dan suara teriakan Papa yang sangat keras. Aku tak memperdulikan
semua itu, segera aku mandi dan berangkat ke sekolah. Di halaman rumah, aku
melihat Mama menunduk kesakitan karna dipukul Papa. Aku tak bisa melakukan
apapun, aku hanya bisa melihat Mama kesakitan, Aku lelah memikirkan mereka.
Daniel
POV
Aku
mendengar suara tangisan dan suara teriakan yang sangat keras dari rumah Lina.
Lalu, aku hampiri Lina, aku bertanya padanya
“Kau baik-baik saja?”
tapi
Lina pergi meninngalkanku tak sedikitpun dia mempedulikanku. Aku tau bagaimana
perasaan Lina saar ini, Aku ingin menghiburnya, tapi aku tak tau bagaimana
caranya. Aku berjalan di belakangnya. Lina berhenti dan menoleh padaku,
“Kenapa kau mengikutiku?” Akupun berhenti
dan menjawab pertanyaannya
“Aniya, aku tidak mengikutimu. Aku ingin
berangkat sekolah. Bukankah sekolah kita sama?”
Lina
tak menjawab kata-kataku lagi, dia melanjutkan jalannya dan aku masih
mengikutinya dari belakang.aku menawarkan sebatang coklat pada Lina
“Lina-ya… Kau mau coklat?” dan lagi-lagi
Lina tak mempedulikanku.
“Baiklah kalau kau tidak mau, aku tidak
memaksamu” ucap ku lirih.
Author
POV
Sesampainya
Lina dan Daniel di sekolah, mereka menghabiskan waktu luang mereka dengan bermain
layaknya anak-anak pada umumnya. Lina bermain sendiri, menjauh dari keramaian
teman-teman sebayanya karna ia merasa nyaman jika sendirian. Tiba-tiba 3 anak
laki-laki datang menghampirinya, ketiga anak laki-laki itu memaksa Lina untuk
menyerahkan semua uang sakunya
“Hey kau jelek, serahkan seluruh uangmu pada
kami”.
Dengan
wajah cemas Lina menjawab
“Aku tidak punya uang…”
Daniel
melihat Lina dalam keadaan bahaya, Daniel menghampiri Lina dan memukul ketiga
anak laki-laki yang ingin merampas uang Lina.
“Sudah, hentikan!!! Daniel hentikan!!!”
Teriakan
Lina di balut air mata. Lina bosan melihat kekerasan, dia ingin hidup tenang
tanpa ada kekerasan, dia ingin merasakan menjadi gadis kecil pada umumnya,
mendapat kasih sayang orang tua, tersenyum bahagia, mendapat hadiah saat ulang
tahun, bermain, dan belajar bersama orang tuanya. Tapi Lina tidak pernah
mendapatkan itu semua.
Lina menghampiri Daniel yang
terduduk di tanah karna telah di keroyok oleh tiga anak laki-laki nakal tadi.
Lina mengulurkan tangannya pada Daniel. Daniel pun menerima uluran tangan Lina.
Mereka pulang bersama, di perjalanan pulang Lina mengajak Daniel duduk di
bangku taman sebentar, sekedar untuk menobati luka lebam di pipi Daniel.
Sejak saat itu mereka selalu bermain
bersama, menghabiskan waktu luang bersama. Daniel berusaha menghibur Lina, Daniel
mengajak Lina kesuatu bangunan kosong sederhana, tapi bersih.
“ini tempat apa?”
Tanya
Lina pada Daniel .
“Ini tempat biasa untukku merenung,
menggambar, dan melihat… kemarilah…” Daniel menggandeng tangan Lina.
“Dan melihat pemandangan indah ini”.
Lina
takjub melihat pemandangan indah itu
“Huwaaa, ini indah sekali. Terimakasih karna
sudah mengajakku bermain disini”.
Daniel
tersenum melihat Lina gembira, karna tak biasanya Lina terlihat segembira ini.
Bagi Lina, saat ini Daniel adalah
seorang malaikat sekaligus pangeran yang tiba-tiba datang dalam kehidupannya,
memberikan warna pelangi pada lembaran barunya. Sedikit demi sedikit beban
kehidupan Lina berkurang karna kehadiran Daniel.
Daniel mengajak Lina ke tempat biasa
mereka bermain. Daniel membuka lemari yang berada di tempat itu, Daniel memberikan
sebuah kotak kepada Lina.
“Apa ini?”
Tanya
Lina sambil membuka kotak itu, Lina melihat sepasang boneka kecil .
“Boneka ini cantik sekali, Ini untukku?”
Daniel
mengangguk, kemudian Lina memeluk Daniel.
“Terimakasih Daniel. Aku tak tau apa lasanmu
baik padaku disaat semua orang tidak ada yang memperhatikanku” Lina menangis
bahagia di pelukan Daniel.
1
Bulan Daniel dan Lina bersama-sama. Mereka bermain, dan belajar bersama. Namun,
suatu hari pelangi dalam hidup Lina berubah menjadi kelabu lagi. Daniel,
malaikat sekaligus pangeran baginya menghilang, entah Daniel pergi kemana, Daniel
tak pernah bilang padanya kalau ia akan pergi. Lina membuka kotak yang berisi
sepasang boneka pemberian Daniel, Lina memeluk boneka itu erat-erat, Lina
menangis. Lina mencoba memejamkan mata, tidur untuk melupakan semua tentang Daniel.
Tapi ketika Lina bangun dari tidurnya, Lina masih teringat pada Daniel, Lina
berlari menuju tempat biasa mereka bermain dan menghabiskan waktu bersama.
“Daniel…Daniel..
apa kau ada di dalam?”
Lina
membuka lemari yang ada ditempat itu, ada sepucuk surat yang di tujukan padanya.
“Lina, maaf aku harus pergi. Mungkin suatu
saat nanti aku kembali… Tetaplah tersenyum, anggaplah aku masih bersamamu,
jangan menangis ataupun bersedih karna aku tak bersamamu saat ini"
Setiap
hari Lina pergi ke tempat itu, menganggap Daniel masih ada di tempat itu.
Memanggil nama Daniel ketika sampai di depan pintu tempat itu menunggu Daniel datang,
menunggu dan terus menunggu di tempat yang sama .
Hidup Lina menjadi sepi lagi tanpa Daniel.
Lina mencoba mengahapus semua tentang Daniel, tapi ia tak bisa, ia selalu
teringat semua tentang Daniel.
Sampai kini Lina mulai tumbuh
dewasa, ia masih menunggu Daniel di tempat yang sama, di waktu yang berbeda,
menunggu malaikatnya datang untuk mewarnai hidupnya yang kelabu.
Lina
ingin bertemu Daniel lagi, bermain seperti dulu lagi. Meskipun waktu telah
berubah.
Aku
makan dan menonton TV , Aku menggosok mata, Aku mengantuk dan pergi ke kamarku
Aku
mematikan lampu dan melemparkan dan berpaling dan lain hari berlalu di
pikiranmu
Semuanya
akan terhapus jika aku tertidur , bahkan semua ini kesepian dan frustrasi di
jantung ini
Setiap
hari , saya hanya berharap bahwa besok akan berbeda dari hari ini
Rasanya
sakit dan sakit , setelah kau pergi
Ini
menyedihkan dan sedih , aku masih tidak bisa melupakan Kau
Air
mata jatuh tanpa henti ketika Aku mendengar tentang Kau kadang-kadang
Apa
yang harus Aku lakukan sekarang ? Kembalilah padaku
Hari-hariku
yang tidak menyenangkan
Mengapa
Aku bodoh seperti itu setiap hari ?
Aku
berjalan sendirian, aku menginjak daun
Aku
mencoba sekali lagi untuk menghapus Kau
Apa
yang harus dilakukan ? Tiba-tiba , angin menjadi dingin
Rasanya
sakit dan sakit , setelah kau pergi
Ini
menyedihkan dan sedih , aku masih tidak bisa melupakan Kau
Air
mata jatuh tanpa henti ketika Aku mendengar tentang Kaukadang-kadang
Apa
yang harus saya lakukan sekarang ? Kembalilah padaku
Aku
kira beberapa hal yang tidak bisa diungkapkan dengan kata cinta
Kau
terus mendapatkan lebih jauh dan aku masih di tempat yang sama
Aku
kira Kau tidak bisa membalikkan keadaan kembali dengan kata-kata ‘Aku minta
maaf’
Apa
yang harus dilakukan , apa yang harus dilakukan ? Maukah kau memelukku ?
Rasanya
sakit dan sakit , setelah kau pergi
Ini
menyedihkan dan sedih , aku masih tidak bisa melupakan Kau
Air
mata jatuh tanpa henti ketika Aku mendengar tentang Kaukadang-kadang
Apa
yang harus Aku lakukan sekarang ? Kembalilah padaku
Song
By : Shin Ji Hoon - Hurtful
Trans
By : @ahnaraa
Langganan:
Postingan (Atom)



